Silver bullet ...
Hari ini, saya membaca ulang tulisan Fred Brooks tentang software development (No silver bullet-essence and accident in software engineering) . Entah kapan saya dulu membacanya, namun meski merasa udah pernah baca, pas dibaca ulang banyak hal baru menarik. Inti artikel adalah bikin software itu sulit, dan tidak ada silver bullet (senjata pamungkas) yang mampu membuatnya lebih mudah.
Brooks membagi permasalahan dalam mengembangkan software ke dalam dua kelompok, essence dan accidents. Essence adalah sesuatu yang inheren ada dalam software, dan tidak bisa dihindari, sementara accidents adalah hal-hal yang diluar itu. Di antara masalah yang tergolong essence antara lain kompleksitas, keselarasan (conformity), kedapat-berubahan (changeability) dan ketakterlihatan (invisibility).
Kompleksitas, karena setiap elemen dari sebuah software adalah unik, tidak ada yang sama. Keselarasan menjadi masalah karena software didesain oleh manusia, bukan Tuhan. Hal ini berbeda dengan bidang fisika yang selalu berusaha mengembangkan teori sederhana tentang alam, seperti halnya Einstein yang sangat yakin tentang adanya penjelasan yang sederhana tentang alam, karena Tuhan itu tidak bermain-main dalam mencipta alam.
bersambung
Brooks membagi permasalahan dalam mengembangkan software ke dalam dua kelompok, essence dan accidents. Essence adalah sesuatu yang inheren ada dalam software, dan tidak bisa dihindari, sementara accidents adalah hal-hal yang diluar itu. Di antara masalah yang tergolong essence antara lain kompleksitas, keselarasan (conformity), kedapat-berubahan (changeability) dan ketakterlihatan (invisibility).
Kompleksitas, karena setiap elemen dari sebuah software adalah unik, tidak ada yang sama. Keselarasan menjadi masalah karena software didesain oleh manusia, bukan Tuhan. Hal ini berbeda dengan bidang fisika yang selalu berusaha mengembangkan teori sederhana tentang alam, seperti halnya Einstein yang sangat yakin tentang adanya penjelasan yang sederhana tentang alam, karena Tuhan itu tidak bermain-main dalam mencipta alam.
bersambung
